Profil Desa

Visi

Mewujudkan masyarakat yang memiliki Kepercayaan, Kebersamaan dan kesejahteraan yang BERANEKA (Bersih, Aman, Elok, Kreatif dan Agamis)

Misi

1. Mewujudkan Lingkungan yang ramah dan manusiawi
2. Mewujudkan masyarakat yang aman dan damai
3. Meningkatkan ekonomi masyarakat dalam sektor pertanian dan perikanan
4. Meningkatkan pendidikan masyarakat
5. Mengurangi Pengangguran
6. Meningkatkan keterampilan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
7. Perbaikan dan peningkatan layanan sarana kesehatan dan umum

Sejarah Desa


Sejarah Kampung Buyung-Buyung bermula dari perkembangan permukiman masyarakat di wilayah Radak pada sekitar tahun 1950-an. Pada tahun 1951–1959, wilayah tersebut dipimpin oleh Daeng Mapunna dan mencakup Semurut, Sangguntur, Lawading, hingga Buyung-Buyung. Masyarakat yang tinggal di wilayah ini terdiri dari Suku Bugis, Suku Banua, dan Suku Dayak Basap.Masyarakat Suku Bugis yang datang dari Sulawesi pada awalnya melakukan aktivitas perdagangan dan mencari rebon (udang kecil) untuk diolah menjadi terasi. Sebagian dari mereka kemudian membawa keluarganya dan menetap di Muara Radak. Seiring bertambahnya penduduk, masyarakat mulai membuka permukiman baru di wilayah Buyung-Buyung. Perkembangan inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kampung Radak Buyung-Buyung.Setelah Daeng Mapunna meninggal pada tahun 1959, pemerintahan dilanjutkan oleh Bapak Bandu (1959–1961). Selanjutnya, H. Sarindri (1961–1975) memimpin kampung dan bersama masyarakat mulai mengembangkan kehidupan pertanian, perikanan, serta pembangunan fasilitas umum secara gotong royong, termasuk pembangunan masjid.Pada periode 1975–1996, kampung dipimpin oleh H. A. Mahmuddin. Pada masa ini pertanian sawah berkembang pesat, jalan menuju pelabuhan mulai dibangun, dan masyarakat melakukan pembangunan bendungan serta saluran irigasi secara gotong royong. Sektor perikanan dan pertanian menjadi sumber utama kehidupan masyarakat.Periode 1996–2002 merupakan masa pergantian kepemimpinan, mulai dari Andi Burhanudin, Jonson Simanjuntak, hingga pejabat sementara kampung. Meskipun Indonesia mengalami krisis moneter, masyarakat tetap mempertahankan aktivitas utama sebagai petani dan nelayan.Pada tahun 2002–2007, kampung dipimpin oleh Marsude. Pertanian mulai berkembang dari satu kali panen menjadi dua kali dalam setahun. Jalan usaha tani, irigasi, sekolah, dan fasilitas keagamaan juga mulai ditingkatkan.Selanjutnya pada periode 2007–2013, Kampung Buyung-Buyung dipimpin oleh Mustafa. Berbagai program pemerintah mendukung pembangunan kampung, antara lain pengembangan persawahan, jalan usaha tani, irigasi, air bersih, pendidikan, kesehatan, peternakan, perikanan, serta pembangunan jembatan dan dermaga di wilayah Muara Radak.Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Kampung Buyung-Buyung tumbuh dari sebuah permukiman masyarakat pesisir menjadi kampung yang berkembang dengan potensi utama di bidang pertanian, perikanan, dan sumber daya alam. Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kampung Buyung-Buyung hingga saat ini.


Batas Desa

Batas Utara                    Batas Selatan
Selat Makasar               Kampung Semurut

Batas Timur                   Batas Barat
Kampung Semeurut    kampung Pilanjau


LUAS KAMPUNG : 154,3 kilometer